Workshop Desa Cilacap Lahirkan Pokja Desa Berdaya

Workshop Desa yang diselenggarakan oleh Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Cilacap melahirkan Kelompok Kerja (Pokja) Desa Berdaya, Rabu (30/3). Pokja Desa Berdaya bertugas untuk mendorong delapan isu strategis desa sebagai program percepatan penerapan Undang-Undang Desa.

Pokja Desa Berdaya beranggotakan sembilan orang, yaitu Teguh Budi Suhartono (Desa Sidareja), Ita Rosita ( Desa Jeruklegi Kulon), Munawar (Desa Salebu), Yossy Suparyo (Desa Gentasari), M Ridlo S (masyarakat), Kelik Sudarmaji (BPD Desa Sidareja), Akhmad Fadli (Desa Sidamulya), dan Nurcahyo (Pendamping Desa). Pokja berencana untuk merumuskan tindak lanjut delapan isu strategis desa itu pada Sabtu (9/4) di Desa Sidareja.

Delapan isu strategis desa antara lain, pertama, pengembangan kapasitas pemerintah desa saya mampu menunjukkan kinerjanya secara maksimal. Pengembangan kapasitas mencakup pengetahuan dan keterampilan dalam penyelenggaraan tata pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat.

Pemerintah desa harus menyelenggarakan pelatihan yang diikuti oleh perangkat desa, BPD, lembaga kemasyarakata, dan masyarakat supaya mutu sumberdaya manusia desa dapat meningkat. Kemitraan pemerintah kabupaten dan lembaga-lembaga yang menaruh perhatian pada pemberdayaan penting dilakukan oleh desa. Karena itu, pemerintah desa seharusnya mengalokasikan pos anggaran dalam APBDes untuk pembiayaan kegiatan pengembangan SDM.

Kedua, lemahnya kemampuan desa memahami regulasi membuat mereka gagap menghadapi perubahan kebijakan. Pemahaman atas regulasi menyebabkan desa tidak ragu mengambil keputusan yang tepat atas permasalahan-permasalahan di desa. Desa juga dapat mengambil kebijakan strategis untuk melahirkan terobosan-terobosan jitu dalam tata kelola desa.

Ketiga, peran pendamping desa kurang maksimal karena sebagian dari mereka tidak memiliki kemampuan yang dibutuhkan oleh desa.

Keempat, desa belum mendapat dukungan regulasi pembagian kewenangan dari kabupaten sehingga ruang lingkup kerja masih abu-abu. Untuk mengimplementasikan UU Desa, bupati harus menetapkan sejumlah peraturan bupati (perbup) untuk memperkuat kewenangan desa, baik kewenangan berdasar hak asal-usul mapun kewenangan lokal berskala desa.

Perbup harus selaras dan mampu menterjemahkan semangat UU Desa, terutama asas rekognisi dan subsidiaritas. Hubungan kabupaten dan desa musti dibangun atas prinsip kemitraan, bukan kontrol atasan dan bawahan lagi. Bupati harus melibatkan desa dan pihak terkait untuk menghasilkan Perbup yang bermutu.

Kelima, pembagian kerja dan koordinasi antar satuan kerja perangkat daerah (skpd) belum padu sehingga urusan desa ditempstkan sekadar urusan administrasi.

Keenam,keterlibatan masyarakat terus menurun sehingga melahirkan apatisme pada program pembangunan desa.

Ketujuh, desa belum memiliki mekanisme pelayanan keterbukaan informasi publik supaya masyarakat mudah mengakses dokumen-dokumen perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan.

Kedelapan, desa belum memiliki usaha produktif untuk meningkatkan angka Pendapatan Asli Desa. Pemerintah dan masyarakar desa perlu merumuskan bentuk lembaga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang tepat, termasuk unit-unit bisnisnya.

Sektor-sektor produksi strategis, seperti pemasaran hasil bumi, pasar desa, jasa pelayanan, industri kreatif, dan pabrik pengolahan sumberdaya alam harus menjadi domain bisnis BUMDes. Keberhasilan desa dalam mengelola BUMDes akan meningkatkan angka pendapatan asli desa dan membangun sentra ekonomi baru di wilayah perdesaan.

3 thoughts on “Workshop Desa Cilacap Lahirkan Pokja Desa Berdaya

  1. Sudah tidak jamannya lagi memposisikan desa sebagai objek pembangunan,tetapi subjek pembangunan.indonesia dengan nusantaranya akan berjaya bilamana dibangun dari desa,ini mensaratkan beberapapa kondisi,diantaranya kesiapan waraga desa membangun desanya.

  2. Pemda jg harus mulai mengikhlaskan otonomi desa. Sampai hari ini kebihakannya masih setengah2. Desa harus berani bergerak dan belajar sendiri.. merdesaa

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *