Strategi Mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Kemandirian Politik Budgeting Daerah

Hampir seluruh pemerintah daerah menghadapi fakta yang sama saat menyusun kebijakan anggaran, yaitu jumlah pendapatan asli daerah yang sangat minim dan belanja gaji pegawai yang membengkak. Mengapa bisa demikian?

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, selanjutnya disebut APBD, menunjukkan politik anggaran yang dibangun oleh pemerintah daerah. Apa itu politik anggaran? Politik anggaran merupakan penetapan pelbagai kebijakan proses anggaran. Kajian politik anggaran mencoba menjawab sejumlah pertanyaan dasar, seperti (1) bagaimana pemerintah membiayai kegiatannya; (2) bagaimana uang publik didapatkan, dikelola dan didistribusikan; (3) siapa yang diuntungkan dan dirugikan; (4) peluang-peluang apa saja yang tersedia baik untuk penyimpangan negatif maupun untuk meningkatkan pelayanan publik.

Politik anggaran merupakan proses saling mempengaruhi antarpelbagai pihak yang berkepentingan dalam menentukan skala prioritas pembangunan akibat terbatasnya sumber dana publik yang tersedia. Politik anggaran adalah proses mempengaruhi kebijakan alokasi anggaran yang dilakukan oleh berbagai pihak yang berkepentingan dengan anggaran. Politik anggaran adalah proses penegasan kekuasan atau kekuatan politik di antara berbagai pihak yang terlibat dalam penentuan kebijakan maupun alokasi anggaran.

Strategi Meningkatkan PAD

Secara teoritis, untuk meningkatkan penerimaan PAD agar penerimaannya mendekati atau bahkan sama dengan potensinya, ada dua cara, yaitu dengan cara instensifikasi dan ekstensifikasi.

  1. Cara instensifikasi adalah mengefektifkan pemungutan pajak atau retribusi dan mengefisienkan cara pemungutannya pada obyek dan subyek yang sudah ada misalnya melakukan perhitungan potensi, penyuluhan, meningkatkan pengawasan dan pelayanan.
  2. Cara ekstensifikasi adalah melakukan usaha-usaha untuk meningkatkan PAD dengan cara menjaring wajib pajak baru melalui pendataan dan pendaftaran atau menggali pajak baru.

Yossy Suparyo

Warga Tinggarjati Lor, Desa Gentasari, Kroya, Cilacap. Alumnus Teknik Mesin-Univesitas Negeri Yogyakarta dan Ilmu Informasi-Universitas Islam Negeri Yogyakarta. Direktur Gedhe Foundation (2014-sekarang). Anggota Pokja Masyarakat Sipil - Kementerian Desa

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *