Pemberdayaan Masyarakat Lewat Pendidikan Hadap Masalah

Pendidikan Hadap Masalah (PHM) atau Problem Possing Education melibatkan peserta didik untuk memecahkan masalah, sekaligus mencari jalan keluar yang tepat. Pendidikan menempatkan permasalahan, baik individu dan sosial, sebagai bahan pembelajaran.

Peserta didik tak sekadar dikenalkan pada huruf dan angka, lebih dari itu mereka memahami permasalahan yang terjadi pada dirinya dan masyarakat.

Pendekatan PHM mensyaratkan hubungan yang dialogis antara pengajar dan peserta didik. Keduanya menjadi subjek utama untuk pemecahan masalah. Mengajar bukanlah tidakan mekanis, mengajar menjadi tindakan kritis dan kreatif. Mengajar bukan pemindahan pengetahuan dengan hapalan (verbalism), melainkan mendorong peserta didik belajar untuk belajar (learn to learn).

Kurikulum pendidikan disusun secara bersama-sama. Perdebatan antara pengajar dan peserta didik maupun sesama peserta didik terjadi secara demokratis sebab tidak ada satu pun pihak yang memonopoli kebenaran. Pendidikan model ini akan melahirkan para demokrat, sekaligus mengubah kehidupan masyarakat semakin demokratis.

Dalam literatur pendidikan PHM banyak dipengaruhi oleh pemikiran Paulo Freire, seorang tokoh pendidikan asal Brazil. Lewat bukunya, Pendidikan Kaum Tertindas (1995), Freire berpendapat pendidikan harusnya menjadi alat pembebasan dan pemanusiaan sehingga inti pendidikan adalah penyadaran (conscientizatao).

Tingkat kesadaran seseorang menentukan kualitas tindakannya. Tindakan yang diambil seseorang mencerminkan pemahamannya atas kenyataan. Pendidikan memfasilitasi para peserta didik untuk memahami kenyataan-kenyataan yang ada, sekaligus mendorong mereka untuk mengubahnya. Di sini, PHM berperan aktif untuk melakukan perubahan sosial menuju dunia yang lebih adil.

Model PHM cocok diterapkan dalam kerja pemberdayaan masyarakat. Bahan belajar dapat dirumuskan dari pengalaman-pengalaman masyarakat sendiri sehingga teori yang diajarkan berdasar pada bukti-bukti empirik yang memadai. Pendidikan tak sekadar transfer pengetahuan, namun berisi laku-laku pemahaman (act of cognition) yang ada di masyarakat.

Pemberdayaan merupakan proses sengaja untuk mendorong masyarakat menyelesaikan permasalahan dan melepaskan diri dari jerat kemiskinan. Kemiskinan bukanlah takdir, kemiskinan lahir dari struktur sosial, politik, ekonomi, budaya, dan hukum yang tidak adil. PHM mendorong pendidik dan peserta didik untuk mengidentifikasi ketidakadilan dalam sistem dan struktur itu bekerja serta bagaimana mengubahnya (terlibat dalam penciptaan struktur baru yang lebih adil).

Yossy Suparyo

Warga Tinggarjati Lor, Desa Gentasari, Kroya, Cilacap. Alumnus Teknik Mesin-Univesitas Negeri Yogyakarta dan Ilmu Informasi-Universitas Islam Negeri Yogyakarta. Direktur Gedhe Foundation (2014-sekarang). Anggota Pokja Masyarakat Sipil - Kementerian Desa

One thought on “Pemberdayaan Masyarakat Lewat Pendidikan Hadap Masalah

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *