Jagongan Warga: Rakyat Cerdas, Ana Sing Was-Was

20160327_153347

Ahad (27/3), kelompok perempuan mantan TKW/TKI dan sejumlah Badan Otonom Nahdlatul Ulama Kabupaten Cilacap berkumpul di Balai Desa Kelumprit, Kecamatan Nusawungu. Mereka menggelar Jagongan Warga untuk kuatkan pemahaman politik warga.

Kegiatan Jagongan Warga dipelopori oleh kelompok perempuan mantan TKI/TKW yang tergabung dalam Forum Warga Buruh Migran (FWBM) Kecamatan Nusawungu didukung oleh IPNU-IPPNU, FATAYAT, serta Muslimat. Mereka melihat keterlibatan perempuan untuk tampil dalam ajang Pilpres, Pileg, Pileg, Pilgub, Pilbup, maupun pil-pil lainnya cenderung menurun.

Ironisnya, keterlibatan pemilih berjenis kelamin perempuan (90 prosen) lebih tinggi dibanding pemilik berjenis kelamin laki-laki (62 prosen). Besarnya angka pemilih berjenis kelamin perempuan merupakan magnet yang memiliki daya tarik tinggi bagi para calon bupati maupun wakil bupati yang akan bertarung di Pemilukada Cilacap pada 2017. Karena itu, perempuan harus melek politik agar mereka mampu bernegosiasi dan memiliki daya tawar yang tinggi.

Literasi politik kaum perempuan menjadi kunci bagi perubahan yang memihak pada perbaikan nasib mereka.

Rasa was-was dan harap-harap cemas mulai muncul di hati dan sanubari kaum perempuan yang mengikuti Jagongan Warga. Pada Pemilukada Cilacap 2017, mereka berharap melahirkan pemimpin dari NU yang mampu membuktikan program dan janjinya secara nyata.

Secara aklamasi FWBM dan Banom NU meminta Syaiful Mustain, Ketua Lakpesdam NU untuk maju dalam Pemilukada Cilacap 2017.

Sosok Kang Ipul, panggilan akrab Syaiful Musta’in, merepresentasikan masyarakat akar rumput dan pemimpin baru. Masyarakat merasa lelah dengan tingkah polah para pemain politik saat ini yang terbukti gagal menyelesaikan permasalahan di Cilacap.

Selama ini, Lakpesdam NU memiliki reputasi yang bagus dalam kerja pemberdayaan masyarakat. Warga berharap ruang lingkup kerja Lakpesdam NU dapat diperluas dengan majunya Syaiful Musta’in dalam Pemilukada Cilacap. Warga NU akan satu suara dalam Pemilukada 2017. Saatnya, NU memiliki bupati dari kader-kader terbaiknya.

Bupatine kudu wonge dewek!

Tun Habibah

Warga Desa Danasri Kidul. Istiqomah menjadi tenaga pengajar. Menjadi fasilitator forum warga dan pengelola pusat teknologi komumitas untuk perlindungan buruh migran.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *